Senin, 20 Maret 2017

UKURAN LETAK

UKURAN LETAK
A.  Pengertian Ukuran Letak Beserta Macam – macamnya
Pada pembahasan sebelumnya telah diusahakan untuk mengetahui besarnya nilai rata-rata dari distribusi frekuensi yang diperoleh, tetapi disamping itu masih terdapat pula masalah lainnya yang cukup penting untuk diketahui dan dianalisis lebih mendalam guna memperoleh deskripsi hasil penelitian yang dilakukan. Selain ukuran rata-rata yang telah diketahui, maka perlu dicari nilai-nilai lain dalam distribusi frekuensi tersebut selanjutnya dapat digolongkan menjadi: kuartil, desil dan persentil.
1.    Kuartil
Kuartil adalah norma yang membagi sesuatu/keadaan ke dalam 4
golongan/kategori (Rachman, 1996: 21). Menurut Riduwan ( 2010 : 125), kuartil ialah
nilai atau angka yang membagi data dalam empat bagian yang sama, setelah disusun dari yang terkecil sampai data terbesar atau sebaliknya dari data terbesar sampai data terkecil. Ada tiga bentuk kuartil, yaitu :
1.        Kuartil pertama ialah nilai dalam distibusi yang membatasi 25% frekuensi di bagian atas dan 75% frekuensi dibagian bawah distribusi.
2.        Kuartil kedua ialah nilai dalam distribusi yang membatasi 50% frekuensi di bagian atas dan 50% di bawahnya.
3.        Kuartil ketiga ialah nilai dalam distribusi yang membatasi 75% frekuensi di bagian atas dan 25% frekuensi bagian bawah.
Saleh (1998 : 35-41) mengatakan kuartil merupakan ukuran letak yang membagi suatu distribusi frekuensi menjadi 4 bagian yang sama, sehingga nilai-nilai dalam distribusi dapat dibagi menjadi ,  dan . Jadi dapat disimpulkan kuartil adalah sekumpulan data yang terlebih dahulu disusun dari urutan terkecil hingga terbesar, kemudian membagi data dalam empat bagian yang sama. Berikut adalah rumus kuartil untuk data tak berkelompok dan data berkelompok menurut Usman dan Akbar.
Ø   Data tak berkelompok
Letak  = data ke   , dengan i = 1,2,3
Contoh soal :
Sampel dengan data : 10, 3, 12 , 5, 7, 10, 8, 14, 14, 14
Setelah diurutkan menjadi : 3, 5, 7, 8, 10, 10, 11, 14, 14, 14

Letak  = data ke   
= data ke 2,75 (yaitu antara data ke-2 dengan data ke-3)
Nilai  = data ke-2 +  (data ke-3 – data ke-2)
= 5 +  ( 7  5 )
= 5 +   2
= 5
Letak  = data ke   
= data ke 5,5 (yaitu antara data ke-5 dengan data ke-6)
Nilai  = data ke-5 +   (data ke-6 – data ke-5)
= 10 +  (10  10)
= 10
Letak  = data ke
= 8,25 (yaitu antara data ke-8 dengan data ke-9)
Nilai  = data ke-8 +   (data ke-9 – data ke-8)
= 14 +  (14  14)
= 14
Ø   Data berkelompok
   ; i = 1,2,3
Keterangan :
b = batas bawah kelas  ialah kelas interval yang memuat
p = panjang kelas interval
F = jumlah frekuensi dengan tanda kelas lebih kecil dari tanda kelas
f = frekuensi kelas
Contoh soal : Diketahui data sebagai berikut
Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi
Nilai data
3 – 5
2
6 – 8
2
9 – 11
3
12 – 14
3
Jumlah
10
Misalnya kita ingin menghitung kuartil kedua, maka   10 data = 5 data
Jadi K2 terletak di kelas ketiga. Dari kelas ketiga tersebut didapat :
b = 8,5              i = 2
p = 3                  n = 10
f = 3                  F = 4
  
= 8,5 + 3
= 9,5
2.    Desil
Rachman (1996 : 21) menyatakan desil adalah norma yang membagi sesuatu/keadaan ke dalam 10 golongan/kategori. Menurut Riduwan (2010 : 133), cara mencari desil hampir sama dengan mencari nilai kuartil, bedanya hanya pada pembagian saja. Kalau kuartil dibagi 4 bagian yang sama, sedangkan desil data dibagi menjadi 10 bagian yang sama. Sedangkan menurut Saleh (1998 : 41-44) desil merupakan ukuran letak yang membagi suatu distribusi frekuensi menjadi 10 bagian yang sama, sehingga nilai-nilai dalam distribusi dapat dibagi menjadi D1, D2, D3,..., D9. Jadi desil adalah sekumpulan data yang terlebih dahulu diurutkan dari terkecil sampai terbesar kemudian dibagi sepuluh bagian yang sama. Berikut adalah rumus desil untuk data tak berkelompok dan berkelompok menurut Usman dan Akbar (2008 : 87-88)
Ø   Data tak berkelompok
Letak  = data ke  , dengan i = 1,2,3,4,. . . . . . 9
Contoh soal :
Data sampel yang sudah disusun yaitu: 3, 5, 7, 8, 10, 10, 11, 14, 14, 14
Misalkan kita akan menghitung desil ke-7, maka :
Letak D7 = data ke  
= berada diantara data ke-7 dan ke-8
Nilai D7 = data ke-7 +  (data ke-8 - data ke-7)
= 12 + 0,1 (14 - 12) = 12,2
Ø   Data berkelompok
   ; i = 1,2,3 . . . . . 9
keterangan :
b = batas bawah kelas
p = panjang kelas
F = jumlah frekuensi dengan tanda kelas lebih kecil dari tanda kelas
f = frekuensi kelas
Contoh soal :
Diketahui data sebagai berikut
Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi
Nilai data
3 – 5
2
6 – 8
2
9 – 11
3
12 - 14
3
Jumlah
10

Misalkan kita ingin menghitung desil ke-7
Penyelesaian :
b = 8,5              p = 3
f = 3                   F = 4
n = 10
  
= 8,5 + 3
= 11,5
3.    Persentil
Rachman (1996 : 21) menyatakan persentil adalah norma yang membagi sesuatu/keadaan ke dalam 100 golongan/kategori). Menurut Saleh (1998: 45-47), Persentil merupakan ukuran letak yang membagi suatu distribusi frekuensi menjadi 100 bagian yang sama, sehingga nilai-nilai dalam distribusi dapat dibagi menjadi , , . . . . Sedangkan menurut Usman dan Akbar (2008 : 88-89) persentil ialah sekumpulan data yang dibagi 100 bagian yang sama besar, setelah itu disusun mulai dari yang terendah sampai yang tertinggi, sehingga menghasilkan 99 pembagi. Jadi dapat disimpulkan persentil adalah sekumpulan data yang terlebih dahulu diurutkan dari yang terendah sampai tertinggi kemudian dibagi 100 bagian sama besar. Berikut adalah rumus persentil untuk data tak berkelompok dan berkelompok menurut Usman dan Akbar (2008 : 88-89)
Ø   Data tak berkelompok
Letak  = data ke  , dengan i = 1,2,3,. . . . . .99
Ø   Data berkelompok
   ; i = 1,2,3 . . . . . 99
Keterangan :
b = batas bawah kelas

p = panjang kelas

F = jumlah frekuensi dengan kelas lebih kecil dari tanda kelas

f = frekuensi kelas

Contoh soal :
Diketahui nilai ujian mata kuliah statistika untuk kelas Selasa pagi ruang R.506 di Fakultas Komunikasi Universitas “Z” yang diikuti oleh 65 orang mahasiswa adalah sebagai berikut!
Tentukanlah nilai persentil P50
Tabel 4.9 Distribusi Frekuensi Nilai Ujian Statistika
Kelas
Interval Kelas
Frekuensi
1
25 - 34
6
2
35 - 44
8
3
45 - 54
11
4
55 - 64
14
5
65 - 74
12
6
75 - 84
8
7
85 - 94
6
Jumlah
65
Cari interval kelas yang mengandung unsur persentil dengan rumus =  =  = 58,5 , Jadi kelas persentil () terletak di kelas 5
b = 65  0,5 = 64,5
 =
p = 10
f  = 12
F = 39
 
= 64,5 + 16,25
= 80,75
4.    Mengaplikasikan Konsep Ukuran Letak Dalam Suatu Peristiwa
Berikut ini adalah data mentah hasil pengujian breaking stress dari 100 spesimen suatu logam X (kN/m2)
Breaking Strss (kN/)
Jumlah (f)
Presentase
900 - 999
4
4
1000 - 1099
19
19
1100 - 1199
29
29
1200 - 1299
28
28
1300 - 1399
13
13
1400 - 1499
7
7
Total (N)
100
100%
Hitunglah kuartil ke- 1 dan desil ke- 7!
Penyelesaian :
Ø   Kuartil ke-1
Misalnya kita ingin menghitung kuartil satu, maka  100 data = 25 data
Jadi  terletak di kelas ketiga. Dari kelas ketiga tersebut didapat :
b = 1099,5          i = 1
p = 100               n = 100
f = 29                  F = 23
  
= 1099,5 + 100 
= 1106,4
Ø   Desil ke-7
Misalnya kita ingin menghitung kuartil satu, maka  = 70,7 data
Jadi D7 terletak di kelas keempat. Dari kelas ketiga tersebut didapat :
b = 1199,5       i = 7
p = 100            n = 100
f = 28               F = 52
  
= 1199,5 + 100 
= 1263,8

















DAFTAR PUSTAKA
Akbar, Purnomo Setiady dan Husaini Usman, Pengantar Statistika Edisi Kedua, Jakarta : PT Bumi Aksara, 2006.
Akdon dan Riduwan, Rumus dan Data dalam Analisis Statistika, Bandung: Alfabeta, 2013.
Dajan, Anto, Pengantar Metode Statistik Jilid II, Jakarta: LP3ES, 1986.
Furqon, Statistika Terapan Untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta, 1999.
Gaspersz, Vincent, Statistika, Bandung: Armico, 1989.
Hamid, H.M. Akib dan Nar Herrhyanto, Statistika Dasar, Jakarta: Universitas Terbuka, 2008.
Harinaldi, Prinsip-prinsip Statistik untuk Teknik dan Sains, Jakarta: Erlangga, 2005.
Hasan, M. Iqbal, Pokok–Pokok Materi Statistika 1 (Statistik Deskriptif), Jakarta: PT Bumi Aksara, 2011.
Herrhyanto, Nar, Statistika Dasar, Jakarta: Universitas Terbuka, 2008.
Mangkuatmodjo, Soegyarto, Statistika Lanjutan, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004.
Pasaribu, Amudi, Pengantar Statistik, Jakarta: Gahlia Indonesia, 1975.
Rachman, Maman dan Muchsin, Konsep dan Analisis Statistik, Semarang : CV. IKIP Semarang Press, 1996.
Riduwan, Dasar-dasar Statistika, Bandung: Alfabeta, 2010.
Saleh, Samsubar, STATISTIK DESKRIPTIP, Yogyakarta: UPP AMP YKPN, 1998.
Siregar, Syofian, Statistika Deskriptif untuk Penelitian Dilengkapi Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17, Jakarta: Rajawali Pers, 2010.
Somantri, Ating dan Sambas Ali Muhidin. Aplikasi statistika dalam Penelitian. Bandung: Pustaka Ceria, 2006.
Subana, dkk., Statistik Pendidikan, Bandung: Pustaka Setia, 2000.
Sudijono, Anas. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008.
Sudijono, Anas, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2009.
Sudijono, Anas, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,1987.
Sudjana, M.A., M.SC., Metode Statistika, Bandung: Tarsito, 2005.
Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta, 2014.
Supranto, Statistik Teori dan Aplikasi Jilid 2, Jakarta: Erlangga 1994.
Usman, Husaini & Setiady Akbar, Purnomo. Pengantar Statistika, Yogyakarta: Bumi Aksara, 2006.
Walpole, Ronald E, Pengantar Statistik Edisi Ke-4, Jakarta: PT Gramedia, 1995.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RIBA : BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH

RIBA : BANK KONVENSIONAL DAN BANK SYARIAH I.      PENDAHULUAN A.          Latar Belakan g Dalam kehidupan sehari-harinya, manusia ...