INOVASI METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA
ISLAM
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Guru Pendidikan
Agama Islam mempunyai peran yang sangat strategis dalam peningkatan mutu
pendidikan di Indonesia. Mereka diharapkan dapat mengembangkan potensi yang
dimiliki para siswa agar dapat menghayati dan mengamalkan ajaran agama Islam
dalam kehidupan sehari-hari. Mereka adalah figur yang utama dalam menanamkan
nilai-nilai ajaran agama Islam dalam kerangka pembentukan sikap dan watak,
serta perilaku akhlakul karimah melalui berbagai model pembelajaran yang
dikembangkan di sekolah.
Pendidikan Agama
Islam di sekolah atau di madrasah, dalam pelaksanaannya masih menunjukkan
berbagai permasahalan yang kurang menyenangkan. Seperti halnya proses
pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah saat ini masih sebatas sebagai
proses penyampaian pengetahuan tentang agama Islam. Hanya sedikit yang arahnya
pada proses internalisasi nilai-nilai Islam pada diri siswa. Hal ini dapat
dilihat dari proses pembelajaran yang dilakukan guru masih dominan ceramah.
Proses internalisasi tidak secara otomatis terjadi ketika nilai-nilai tertentu
sudah dipahami oleh siswa.
Metode mengajar
memegang peranan penting dalam mencapai tujuan atau keberhasilan pengajaran.
Seorang guru dituntut untuk menguasai pengetahuan yang memadai dan
teknik-teknik mengajar yang baik agar ia mampu menciptakan suasana pengajaran
yang efektif dan efisien atau dapat mencapai hasil yang sesuai dengan tujuan yang
diharapkan. Dengan demikian metode pengajaran bersifat dinamis, agar dapat
memilih dan memakai metode yang tepat, harus selalu di adakan penelitian dan
evaluasi secara terus menerus. Oleh karena itu dalam makalah ini
akan membahas lebih jelas mengenai inovasi metode prmbelajaran pendidikan agama Islam.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di
atas, maka masalah yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut:
1)
Apa pengertian inovasi dan metode pembelajaran
2)
Apa saja macam-macam metode pembelajaran PAI
3)
Bagaimana inovasi metode pembelajaran PAI
4)
Bagaimana dampak inovasi metode pembelajaran PAI
C.
Tujuan
1) Mengetahui pengertian inovasi dan
metode pembelajaran
2) Mengetahui macam-macam metode
pembelajaran PAI
3) Mengetahui inovasi metode
pembelajaran PAI
4) Memahami dampak inovasi metode
pembelajaran PAI
II. PEMBAHASAN
A.
Pengertian Inovasi dan Metode Pembelajaran
Ø Inovasi
Kata innovation dari
bahasa inggris sering diterjemahkan segala hal yang
baru atau pembaharuan. Kemudian dalam bahasa
Indonesia menjadi inovasi. Inovasi terkadang
dipakai untuk menyatakan penemuan, tetapi inovasi juga diartikan pengembangan dari sesuatu yang belum berkembang.
Selanjutnya, kata
inovasi identik dengan modernisasi. Inovasi dan modernisasi adalah sama-sama
perubahan sosial, perbedaannya hanya pada penekanan
ciri dari perubahan. Inovasi menekankan pada ciri
adanya suatu yang diamati sebagai
suatu yang baru bagi individu atau masyarakat. Sedangkan
modernisasi menekankan pada adanya proses perubahan dari tradisional ke modern,
atau dari belum maju ke yang sudah maju.
Jadi dapat disimpulkan bahwa diterimanya
suatu inovasi adalah sebagai tanda
adanya modernisasi. Menurut peneliti bahwa inovasi yang dimaksud adalah
“pembaharuan” dalam pembelajaran. Inovasi merupakan hal baru bagi lembaga
pendidikan yang baru menerima dan
tidak baru lagi bagi lembaga pendidikan yang telah merancang atau memulainya
lebih dulu.
Ø
Metode Pembelajaran
Metode mengajar adalah cara yang
berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan kependidikan,khususnya
kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa.[1] Syarat-syarat
yang harus diperhatikan seorang guru dalam penggunaan metode pembelajaran
adalah sebagai berikut :
1. Metode
yang dipergunakan harus dapat membangkitkan motif,minat atau gairah belajar
siswa.
2. Metode
yang digunakan dapat merangsang keinginan siswa untuk belajar lebih
lanjut,seperti melakukan inovasi dan eksporasi.
3. Metode
yang digunaka harus dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan
hasil karya.
4. Metode
yang digunakan harus dapat menjamin perkembangan kegiatan kepribadian siswa.
5. Metode
yang digunakan harus dapat mendidik murid dalam teknik belajar sendiri dan cara
memporoleh pengetahuan melalui usaha pribadi.
6. Metode
yang digunakan harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap
siswa dalam kehidupan sehari-hari.[2]
B.
Macam-Macam Metode Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam
Secara garis besar
metode yang sering di gunakan dalam pembelajaran orang dewasa antara lain:
Ø Ceramah
Metode ceramah
adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisional, karena sejak dulu metode
ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak
didik dalam proses belajar mengajar.”. Berdasarkan pendapat tersebut
bisa disimpulkan bahwa metode ceramah merupakan metode yang sudah sejak lama
digunakan dalam kegiatan pembelajaran, khususnya pada kegiatan pembelajaran
yang bersifat konvesional atau pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher
centered).
Ø Metode Diskusi
Metode diskusi
adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui
pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya
sangat terbuka. Suatu diskusi dinilai menunjang keaktifan siswa bila diskusi
itu melibatkan semua anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan masalah.
Jika
metode ini dikelola dengan baik, antusiasme siswa untuk terlibat dalam
forum ini sangat tinggi. Tata caranya adalah sebagai berikut: harus ada
pimpinan diskusi, topik yang menjadi bahan diskusi harus jelas dan menarik,
peserta diskusi dapat menerima dan memberi, dan suasana diskusi tanpa tekanan.
Ø Metode Tanya jawab
Metode tanya jawab
adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan mengahasilkan
pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi tersebut. Metoda
Tanya Jawab akan menjadi efektif bila materi yang menjadi topik bahasan
menarik, menantang dan memiliki nilai aplikasi tinggi. Pertanyaaan yang
diajukan berpariasi, meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya
hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan banyak
kemungkinan jawaban), serta disajikan dengan cara yang menarik.
Ø Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian
tugas adalah cara mengajar atau penyajian materi melalui penugasan siswa untuk
melakukan suatu pekerjaan. Pemberian tugas dapat secara individual atau
kelompok. Pemberian tugas untuk setiap siswa atau kelompok dapat sama dan dapat
pula berbeda.
Ø Metode Eksperimen
Metode eksperimen
adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas
percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya.
Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan
sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis,
membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya.
Ø Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi
adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan
kepada siswa suatu proses, situasi, benda, atau cara kerja suatu produk
teknologi yang sedang dipelajari. Demontrasi dapat dilakukan dengan menunjukkan
benda baik yang sebenarnya, model, maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan
lisan.
Ø Metode Tutorial/Bimbingan
Metode tutorial
adalah suatu proses pengelolaan pembelajaran yang dilakukan melalui proses
bimbingan yang diberikan/dilakukan oleh guru kepada siswa baik secara
perorangan atau kelompok kecil siswa. Disamping metoda yang lain, dalam
pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar, metoda ini banyak sekali digunakan,
khususnya pada saat siswa sudah terlibat dalam kerja kelompok.
Ø Metode Problem Solving (Pemecahan Masalah)
Metode problem solving (metode pemecahan masalah) merupakan
metode pembelajaran yang dilakukan dengan memberikan suatu permasalahan, yang
kemudian dicari penyelasainnya dengan dimulai dari mencari data sampai pada
kesimpulan.[3]
C.
Inovasi Metode Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam
Meskipun
metode ceramah sering dianggap biang keladi yang menimbulkan penyakit
“verbalisme” dan budaya “bungkam” di kalangan pelajar, namun kenyataannya
metode tersebut masih populer dimana-mana. Hanya, sebelum metode itu itu
digunakan guru tentu perlu melakukan modifikasi atau penyesuaian seperlunya.
Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam memodifikasi atau menyesuaikan metode
ceramah, antara lain adalah dengan kiat pemaduan (kombinasi) antara metode
tersebut dengan metode-metode lainnya. Dari kiat pemaduan ini kita dapat
memunculkan ragam metode ceramah baru yang berbeda dari aslinya, atau sebut
saja “metode ceramah plus”.
Metode ceramah plus tersebut dapat terdiri
atas banyak metode campuran. Namun dalam kesempatan ini hanya tiga macam metode
ceramah plus yang akan menyusun sajikan.
Ø Metode Ceramah Plus Tanya
Jawab dan tugas (CPTT)
Seperti yang telah disinggung dalam
uraian-uraian sebelumnya, metode ceramah ternyata baru akan membuahkan hasil
pembelajaran yang memuaskan apabila didukung oleh metode lain di samping
alat-alat peraga yang sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, perlu adanya
gagasan penganekaragaman metode ceramah plus, antara lain seperti metode
“ceramah plus tanya jawab dan tugas” (CPTT) ini.
Dipandang dari sudut namanya saja metode
tersebut jelas merupakan kombinasi antara metode ceramah, metode tanya jawab
dan pemberian tugas. Implementasi (cara melaksanakan) metode campuran ini
idealnya dilakukan secara tertib, yakni:
1) Penyampaian
uraian materi oleh guru
2) Pemberian
peluang bertanya jawab antara guru dan siswa
3) Pemberian
tugas kepada para siswa.[30]
Ø Metode Ceramah Plus Diskusi dan tugas (CPDT)
Berbeda dengan aplikasi metode ceramah
plusyang pertama, metode CPDT ini hanya dapat dilakukan secara tertib sesuai
dengan urutan pengkombinasiannya. Maksudnya pertama tama guru menguraikan
materi pelajaran, kemudian mengadakan diskusi, dan akhirnya memberi tugas.
Penyelenggaraan uraian/ceramah dalam konteks
metode ceramah plus ini dimaksudkan untuk memberikan informasi atau penjelasan
mengenai pokok bahasan dan topik atau agenda masalah yang akan didiskusikan.
Jadi, pada tahap ini guru menjalankan fungsinya sebagai indikator (pemberi
masalah yang harus dibicarakan dalam forum diskusi). Sudah tentu, alokasi waktu
ceramah hjarus di atur sedemikian rupa agar kegiatan diskusi memeroleh waktu
yang cukup. Pengaturan alokasi waktu ini sangat penting untuk perhatian guru,
karena akan mempengaruhi jalannya diskusi yang akan dilaksanakan siswa yang
mungkin akan tergesa-gesa, kalau waktunya kurang memadai.
Ø Metode Ceramah plus Demonstrasi dan pelatihan (CPDP)
Dilihat dari sudut namanya, metode ceramah
plus ke tiga ini merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi
pelajaran dengan kegiatan memeragakan dan latihan (drill). Metode CPDP ini
sangat berguna bagi PMB bidang studi atau materi pelajaran yang berorientasi
pada keterampilan jasmaniah (kecakapan ranah karsa) siswa. Walaupun demikian,
sebelum para siswa mempelajari/melatih kecakapan ranah karsa, terlebih dahulu
mereka perlu mempelajari/melatih kecakapan ranah cipta mereka berupa pemahaman
mengenai konsep, proses, dan kiat melakukan keterampilan ranah karsa
tersebut. Oleh karena itu, aplikasi metode Ceramah Plus Diskusi dan
Pelatihan ini, lebih kurang sama dengan aplikasi metode CPDT, yaitu harus dilakukan
secara tertib sesuai dengan urutannya. Namun jika diperlukan, guru dapat
memberi ceramah singkat berupa penjelasan tambahan sesuai
pelatihan. Tujuan utama dalam metode ceramah plus ini adalah untuk
menjelaskan konsep-konsep keterampilan jasmaniah yang terdapat dalam
materi-materi pelajaran keterampilan tertentu, seperti: seni tari, seni suara,
dan olahraga. Selain itu, ceramah dalam konteks metode ceramah plus CPDP ini
dapat pula digunakan untuk menjelaskan keterampulan praktis yang ada dalam
pelajaran agama (Islam), umpamanya keterampilan berwudhu dan shalat.
D. Dampak Inovasi Metode Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Untuk melakukan perubahan dalam proses
pendidikan, maka dibutuhkan metode yang sesuai dengan tingkat kemampuan anak
didik. Hal ini penting sebab ada pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi
belajar anak didik.[4]
Pengaruh metode pembelajaran terhadap prestasi belajar dapat dilihat secara
berkesinambungan sebab pendidikan adalah proses. Tidak heran jika di dalam
proses pendidikan dan pembelajaran, metode harus dikuasai oleh guru. Semakin
menguasai metode mengajar, semakin jelas pengaruh pembelajaran terhadap
prestasi belajar anak didik. Tetapi kita harus pula memperhatikan kondisi anak
didik. Adapun perbedaan pendidikan konvensional dan
inovatif akan dijelaskan pada tabel dibawah ini:
|
INOVATIF
|
KONVENSIONAL
|
|
1. Siswa secara aktif
terlibat dalam proses pembelajaran.
|
1. Siswa adalah
penerima informasi
secara pasif.
|
|
2. Siswa belajar dari teman melalui kerja
kelompok, diskusi, saling mengoreksi.
|
2. Siswa belajar
secara individual.
|
|
3. Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan
nyata dan atau masalah yang disimulasikan.
|
3. Pembelajaran sangat abstrak dan teoritis.
|
|
4. Perilaku dibangun atas kesadaran
diri.
|
4. Perilaku dibangun atas kebiasaan.
|
|
5. Keterampilan
dikembangkan atas dasar pemahaman.
|
5. Keterampilan dikembangkan atas
dasar latihan.
|
|
6. Hadiah untuk perilaku baik adalah
kepuasan.
|
6. Hadiah
untuk perilaku baik adalah
pujian atau nilai (angka) rapor.
|
|
7. Seseorang tidak melakukan yang jelek karena
dia sadar hal itu keliru dan merugikan.
|
7. Seseorang tidak melakukan yang jelek
karena dia takut hukuman.
|
|
8. Bahasa diajarkan dengan pendekatan
komunikatif, yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam kontek nyata.
|
8. Bahasa diajarkan dengan pendekatan
structural: rumus diterangkan sampai paham, kemudian dilatihkan (driill).
|
|
9. Pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada
dalam diri siswa.
|
9. Rumus
itu ada di luar
siswa, yang harus diterengkan, diterima, dihafalkan,
dan dilatihkan.
|
|
10. Pemahaman
rumus itu relatif berbeda antara siswa yang
satu dengan lainnya, sesuai dengan skemata
siswa (ongoing process of development).
|
10. Rumus adalah kebenaran absolut (sama untuk semua orang). Hanya ada dua kemungkinan,
yaitu pemahaman rumus yang salah atau pemahaman rumus yang benar.
|
|
11. Siswa menggunakan
kemampuan berpikir kritis, terlibat penuh dalam mengupayakan
terjadinya proses pembelajaran
yang efektif, ikut beranggung jawab atas terjadinya
proses pembelajaran yang efektif, dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses pembelajaran.
|
11. Siswa secara pasif menerima rumus atau
kaidah (membaca, mendengarkan, mencatat, menghafal), tanpa memberi kontribusi
ide dalam proses pembelajaran.
|
|
12. Pengetahuan
yang dimiliki manusia yang dikembangkan oleh manusia
itu sendiri. Manusiamenciptakan atau
membangun pengetahuan dengan cara
memberi arti dan memahami pengalamannya.
|
12. Pengetahuan adalah penangkapan terhadap
serangkaian fakta, konsep, atau hukum yang berada di luar diri manusia.
|
|
13. Karena
ilmu pengetahuan itu dikembangkan (dikonstruksikan) oleh manusia sendiri, sementara
manusia selalu mengalami peristiwa baru,
maka pengetahuan itu tidak pernah stabil, selalu berkembang (tentative & incomplete).
|
13. Kebenaran bersifat absolut dan
pengetahuan bersifat final.
|
|
14. Siswa
diminta bertanggung jawab memonitor
dan mengembangkan pembelajaran mereka masing- masing.
|
14.
Guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran.
|
|
15. Penghargaan terhadap pengalaman siswa sangat diutamakan.
|
15.
Pembelajaran tidak memprhatikan
pengalaman siswa.
|
|
16. Hasil belajar diukur dengan berbagai
cara: proses bekerja, hasil karya, penampilan, rekaman, tes, dan lain-lain.
|
16.
Hasil belajar diukur hanya dengan tes.
|
|
17.
Pembelajaran terjadi di berbgai tempat, konteks, dan setting.
|
17.
Pembelajaran hanya terjadi dalam kelas.
|
|
18.
Penyelesaian adalah hukuman dari perilaku jelek.
|
18.
Sanksi adalah hukuman dari perilaku jelek.
|
|
19.
Perilaku baik berdasar motivasi intrinsic.
|
19.
Perilaku baik berdasar motivasi ekstrinsik.
|
|
20. Seseorang berperilaku baik karena dia
yakin itulah yang terbaik dan bermanfaat.
|
20. Seseorang berperilaku baik karena dia
terbiasa melakukan begitu. Kebiasaan ini dibangun dengan hadiah yang
menyenangkan.
|
Dari tabel di atas dapat diambil pengetian bahwa melalui kurikulum yang mengalami
pembaharuan, maka metode pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan suatu materi pelajaran juga akan mengalami pembaharuan yang menitik beratkan
pada hasil pembelajaran itu sendiri.[5] Dengan demikian inovasi metode
pembelajaran
pendidikan agama Islam
diartikan sebagai kegiatan
guru agama dalam proses belajar mengajar keagamaan yang dapat memberikan kemudahan
atau menyediakan fasilitas anak didik menuju tujuan.
III. PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan di atas, maka dapat dipahami bahwa:
1.
Inovasi adalah pembaharuan dalam pembelajaran. Inovasi
merupakan hal baru bagi lembaga pendidikan yang baru menerima dan tidak baru lagi bagi lembaga pendidikan yang telah
merancang atau memulainya lebih dulu.
2.
Metode
mengajar adalah
cara yang berisi prosedur baku untuk melaksanakan kegiatan
kependidikan,khususnya kegiatan penyajian materi pelajaran kepada siswa.
3.
Metode mengajar meliputi
ceramah, diskusi, tanya jawab, pemberian tugas, eksperimen, demontrasi,
tutorial dan problem solving.
4.
Inovasi metode pembelajaran
antara lain metode ceramah plus tanya jawab dan tugas, metode ceramah plus diskusi dan tugas, serta metode ceramah plus
demonstrasi dan pelatihan.
5.
Pengaruh metode
pembelajaran terhadap prestasi belajar dapat dilihat secara berkesinambungan
sebab pendidikan adalah proses.
B. Saran
Penulis menyadari banyak terdapat
kekeliruan dalam penulisan makalah ini, maka penulis mengharapkan saran dari
para pembaca demi kesempurnaan pada penulisan makalah-makalah kami
selanjutnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Http://download.portalgaruda.org/article.php?article=388809&val=8335&title=Inovasi%20%20Strategi%20Pembelajaran%20PAI%20Dalam%20Meningkatkan%20Mutu%20Pendidikan%20PAI di akses tanggal
15/11/2017
Ramayulis, Metodologi Pengajaran
Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2001.
Sabri, Ahmad, Strategi belajar Mengajar ( Ciputat: PT. Ciputat
Press,2007) 50.
Sanjaya,
Wina, Strategi Pembelajaran, Jakarta:
Kencana Penada Media Grup, 2008.